Pembalap 30 Negara Bakal Adu Cepat di Tour de Singkarak

news-3
Setelah sempat beberapa kali diundur, Sport Tourism Tour de Singkarak, Sumatera Barat, yang mengawinkan olahraga bersepeda dengan pariwisata, akhirnya diputuskan dihelat pada 3 hingga 11 November 2018.

Seluruh peserta yang ikut andil dalam ajang ini, bakal melintasi rute sepanjang 1267 kilometer yang dibagi menjadi Delapan Etape di 16 Kabupaten dan Kota yang ada di Sumatera Barat.

Bukittinggi, terpilih menjadi kota tempat Grand Opening sekaligus Grand Star perhelatan Sport Tourism TDS yang tahun ini merupakan tahun ke 10 diselenggarakan.

“Sampai kini kita terus mematangkan persiapan. 16 dari 19 Kabupaten dan Kota yang ada, dipastikan ikut serta TDS 2018 ini. Kita berharap, penyelenggaraan tahun ini lebih sukses lagi,”kata Didit P Santoso, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Sumatera Barat, Senin, 24 September 2018.

Untuk Etape lanjut Didit, terbagi Delapan Etape dengan rincian, Etape pertama Bukittinggi-Sijunjung, Sawahlunto-Dharmasraya, Kabupaten Solok-Tanah Datar, Padang-Agam, Limapuluh Kota-Pasaman, Kota Solok-Payakumbuh, Padang Panjang-Solok Selatan dan, Pesisir Selatan-Kota Pariaman. Seluruh etape ini memiliki panjang lintasan 1267 kilometer.

Untuk peserta, Didit optimis TDS ke 10 ini diprediksi bakal mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 20 tim dari 30 negara. Selain pembalap rutin, diperkirakan akan ada peserta baru yakni dari Eropa Timur, sehingga persaingan akan lebih menarik dan ketat.

Diketahui, Tour de Singkarak merupakan event resmi balap sepeda kelas Internasional. Kompetisi sepeda ini terlaksana berkat kerja sama Persatuan Balap sepeda internasional (union cycliste international), Kementerian Pariwisata, Dinas pariwisata daerah, serta Amaury Sport Organisation yang menjadi penyelenggara Tour de France di Perancis.

Sukses pada tahun 2009 dengan panjang lintasan 464,7 kilometer. TDS yang awalnya digagas Sapta Nirwandar itu, kini sudah menjadi salah satu event bertaraf Internasional andalan Ranah Minang.

Dibalik olah raga balap Sepeda, Sumatera Barat memanfaatkan momen tiap penyelenggaraannya untuk mempromosikan destinasi wisata alam Minangkabau. Terbukti, sejak tahun pertama penyelenggaraan hingga kini, TDS selalu mampu menyedot perhatian wisatawan. Tak hanya itu, pendapatan ekonomi masyarakat pun meningkat dengan adanya event ini.

by viva.co.id