Tour de Singkarak 2016 Rebutkan Hadiah Rp 2,5 Milliar

JAKARTA – Ajang balap sepeda internasional, Tour de Singkarak (TdS) edisi ke-8 kembali hadir di Sumatera Barat pada 6-14 Agustus 2016 dengan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 2,5 Milliar . Pada gelaran kali ini pebalap akan melintasi 17 kabupaten/kota dan menempuh jarak sejauh 1.102,7 KM, dimana akan dimulai atau start  dari Kabupaten Solok, selanjutnya akan melintasi dan 17 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat dan berakhir di Kota Padang, Ibukota Provinsi Sumatera Barat.

Sejak awal, TdS juga bertujuan memperkenalkan keindahan alam dan seni budaya di Sumatera Barat kepada wisatawan mancanegara melalui ajang balap sepeda. Jadwal perpaduan kegiatan olahraga dan pariwisata pun mengikuti perubahan yang tercantum secara resmi pada UCI Road Calendar Asia Tour.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pada awal penyelenggaraannya, TdS berperan besar dalam mempercepat pemulihan ekonomi Sumbar pasca bencana gempa bumi hebat pada 2009. “Penyelenggaraan TdS selain mem punyai dampak terhadap peningkatan ekonomi secara langsung, juga menghasilkan media value yang tinggi. Sehingga sangat efektif untuk branding.”

Para peserta diajak menyusuri beragam lansekap alam dan pedesaan yang indah di Sumatera Barat, seperti Kelok 44, Kelok 9, dan tanjakan mematikan di Bukit Sileh. Selain itu, mereka juga menikmati keindahan Sumatera Barat, seperti Danau Singkarak, Danau Kembar, Lembah Harau, Danau Maninjau dan Puncak Lawang, Jam Gadang Bukittinggi, Sawahlunto, Istano Basa Pagaruyung, dan lainnya.

TdS merupakan ajang balap sepeda internasional yang paling besar ditonton dan paling meriah. Selain sarana mempromosikan Sumatera Barat, kegiatan ini juga diekspetasikan dapat memacu pembangunan infrastruktur daerah dan membuka akses wilayah untuk pasar dan investasi.

“Secara bertahap kegiatan ini telah melahirkan dampak multiplier ekonomi antara lain bagi perhotelan, transportasi, kuliner, kerajinan, dan  tujuan wisata. Bagi masyarakat Sumatera Barat sendiri, mega event ini akan memberi dampak positif bagi beragam sektor di sekitar wilayah yang masuk rute TDS,” ujar Menpar.

TdS kali ini akan diikuti 25 Tim, yang terdiri dari 19 Tim Internasional, 6 Tim Nasional. Tim Internasional yang sudah confirmed antara lain Malaysia, Singapura, Swis, Laos,Taiwan, Jepang, Korea, Australia, Iran, Uni emirat arab, Filipina, Hongkong dan Kenya.

“Tahun ini lebih menantang. Apalagi 25 tim itu berasal dari 20 negara dan memberikan hadiah yang lebih besar dari tahun sebelumnya,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata Raseno Arya.

Menariknya, kata Raseno, Tour de Singkarak tahun ini diikuti banyak tim yang berpengalaman dalam lomba balap sepeda internasional. Tour de Singkarak telah masuk kalender Union Cyclist International (UCI) dan Amaury Sport Organization (ASO). Menurut data yang mereka miliki, Tour de Singkarak menjadi salah satu ajang balap sepeda yang memiliki penonton terbanyak.

Kunjungan Wisman dan Wisnus di Sumetera Barat selalu mengalami peningkatan, data kunjungan Wisman 2015 sebanyak 78.274 meningkat dari 69.541 wisatawan di tahun 2014. Untuk kunjungan Wisnus tahun 2015 sebanyak 6.973.678 meningkat dari 6.605.738 Wisman di tahun 2014. Sedangkan target kunjungan wisman 2016 sebesar 85.000 dan kunjungan wisnus 2016 sebesar 7.400.000. (*)

 

Berikut Etape Tour de Singkarak 2016:

etape
etape 2

Launching Tour de Singkarak 2016 Berlangsung Meriah

JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno dan Ketua PB ISSI Rajasapta Oktohari me-Launching even lomba balap sepeda internasonal Tour de Singkarak (TdS) 2016  di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin  malam (25/7). Acara berlangsung meriah diisi berbagai macam kesenian dan performa kesenian Sumatera Barat.

Penyelenggaraan even wisata olahraga (sport tourism) berskala internasional yang ke-8 kali dan  berlangsung di Sumbar pada 6-14 Agustus 2016 mendatang ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya dari kegiatan pariwisata, mempercepat pengembangan fasilitas infrastruktur Sumbar, sekaligus  mendukung  program Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia dalam mewujudkan target tahun ini 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan TdS 2016 sebagai momentum yang efektif untuk memprosikan potensi pariwisata Sumbar sebagai Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia yang akan mendatangkan kunjungan wisatawan serta meningkatkan ekonomi secara langsung  (direct economic and tourism) bagi masyarakat daerah.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, TdS sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2009 dalam perjalanannya mengalami banyak kemajuan. Tahun 2013,  ASO Amauri Sport Organisation (Official organizer Tour de France) merekomendasi TdS sebagai major race dari kalender dunia balap sepeda Asia dengan jumlah penonton lebih dari 1 juta atau menduduki peringkat dunia ke-5 balap sepeda internasional dengan jumlah penonton terbanyak, setelah Tour de France (12 juta penonton), Giro A Italia (8 juta), Vuelta A Espana (5 juta), Santos Tour Down Under (750 ribu) dan TdS (500 ribu). “Ini artinya TdS efektif sebagai sarana promosi dalam rangka  meningkatkan kunjungan dan awareness wisatawan juga  memberikan direct impact  dan media value yang tinggi,” kata Menpar Arief Yahya.

Dampak ekonomi langsung (direct impact) dari penyelenggaraan TdS 2016 yang akan diikuti 23 tim terdiri; 18 tim internasional (di antaranya dari; Malaysia, Singapura, Swis, Laos, Taiwan, Jepang, Korea, Australia, Iran, Uni Emirat Arab, Filipina, Hongkong dan Kenya)  dan 5 tim nasional atau total 230 perserta  dan officials minimal akan terjadi pengeluaran  untuk akomodasi, transportasi,  dan makanan.

“Sisi lain gencarnya pemberitaan TdS 2016 akan memiliki media value yang tinggi,” kata Arief Yahya seraya mengatakan, direct impact  dan media value yang tinggi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Kemenpar gencar mendorong kegiatan sport tourism internasional di Tanah Air seperti; TdS,  Tour de Banyuwangi Ijen ,  Tour de Bintan (TdB), Tour de Flores (TdF), Musi Tributon, Jakarta Marathon, maupun sebagi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga internasional  MotoGP  2017 dan Asia Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 2018 mendatang.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, penyelenggaraan TdS memberikan kontribusi yang besar bagi percepatan pertumbuhan dan pengembangan wilayah dan pengembangan kepariwisataan di Sumbar serta kabupaten/ kota yang ada di dalamnya. “Selama 8 tahun terakhir ini pembangunan infrastruktur, sarana prasarana, usaha dan fasilitas pariwisata di berbagai daerah di Sumbar mengalami peningkatan yang pesat. Demikian juga peningkatan arus kunjungan wisatawan yang tahun 2015 lalu sebanyak 6,9 juta wisnus dan 78.274 wisman, sedangkan  target tahun 2016 ini meningkat 7,4 juta wisnus dan 85 ribu wisman,” kata Irwan Prayitno.

Even TdS 2016 masuk dalam kalender balap sepeda tahunan dunia Union Cycliste Internationale (UCI) atau UCI Road Calendar 2016. Even tahunan internasional sport tourism yang  digelar oleh Kemenpar bersama Pemerintah Provinsi Sumbar dan 18 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Sumbar, PB ISSI serta promotor event pada penyelenggaraan tahun ini  akan meningkatkan total hadiah menjadi Rp 2,5 miliar, sedangkan tahun lalu sebesar Rp 2,4 miliar.

Pelaksanaan TdS 2016 akan mengambil start dari Solok dan berakhir di Kota Padang (finish). Sebanyak  23 tim peserta TdS 2016 akan adu kekuatan dengan menjelajahi 8 stage sepanjang 1102,7 km  dan menyusuri  alam Minangkabau yang memiliki beraneka ragam obyek wisata alam (nature) dan budaya (culture), dan buatan (manmade) sebagai daya tarik dan keunggulan destinasi pariwisata Sumbar. (*)

Tour de Singkarak 2016 Offers Rp 2.5 Billion in Prize Money

JAKARTA – The upcoming the 8th Tour de Singkarak (TdS) is held again in West Sumatera on 6-14 August 2016 and competing a total prize of Rp 2.5 Billion. This year, participants will pass through 17 districts/cities and ride in a distance of 1,102.7 kilometers. The race will start from Solok district and pass through 17 districts/cities in West Sumatera Province and end in Padang, the capital city of West Sumatera Province.

From the beginning, TdS aims to introduce the natural and cultural beauties of West Sumatera to international tourists through cycling race. The schedule which mix sport and tourism activities follow the changes officially put on UCI Road Calendar Asia Tour.

Tourism Minister Arief Yahya said that in its early implementation, TdS played significant role in accelerating economic recovery in West Sumatera after earthquake disaster in 2009. “The implementation of TdS in addition to have direct impact on economic improvement, it also creates high media value. It is very effective for branding.”

The participants are invited to ride through beautiful natural landscape and villages in West Sumatera, such as Kelok 44, Kelok 9 and deadly slope in Sileh Hill. Besides that, they can also enjoy the charms of West Sumatera like Lake Singkarak, Lake Kembar, Harau valley, Lake Maninjau, Mount Lawang, Jam Gadang Bukittinggi (Big Clock), Sawahlunto, Baso Pagaruyung Palace and many more.

TdS is an international cycling race with the greatest number of spectators. Not only promoting West Sumatera, the event is also expected to accelerate local development of infrastructure and open access for market and investment.

“Gradually, these activities have spawned economic multiplier effect for the hospitality sector, transportation, culinary, crafts, and tourist destinations. For the people of West Sumatra, this mega event will have positive impacts on various sectors around the regions, which are included into the route of TdS, “said Tourism Minister.

This year, TdS will be followed by 25 teams, which consist of 19 international teams and 6 national teams. International teams that have confirmed their participation are from Malaysia, Singapore, Switzerland, Laos, Taiwan, Japan, Korea, Australia, Iran, United Arab Emirates, Philippine, Hong Kong and Kenya.

“The race will be more challenging this year. Particularly because there are 25 teams from 20 countries, and the prize is bigger than the previous year,” said Assistant Deputy to Deputy Personal of Market Segment Development of the Ministry of Tourism Raseno Arya.

Interestingly, said Raseno, Tour de Singkarak 2016 is followed by many teams that have already had many experiences in international cycling race. The event has been included in the calendar of Union Cyclist International (UCI) and Amaury Sport Organization (ASO). According to their data, Tour de Singkarak becomes one of the cycling races with the biggest number of spectators.

International and domestic tourist arrival to West Sumatera experienced an increase, and foreign tourist arrival date in 2015 shows that as many as 78,274 tourists visited the province or increased from 69,541 in 2014. The number of domestic tourist arrival in 2015 reached as many as 6,973,678 people or increased from 6,605,738 people in 2014. The target of foreign tourist arrival in 2016 is as many as 85,000 people and 7,400,000 people for domestic tourists. (*)

 

Stages of Tour de Singkarak 2016:


enen2

Press Release of TdS Launch

Festive Launch of Tour de Singkarak 2016

JAKARTA – Tourism Minister Arief Yahya together with West Sumatera Governor Irwan Prayitno and Chairperson of PB ISSI (Indonesian Cycling Federation) Rajasapta Oktohari launched the international cycling race Tour de Singkarak (TdS) 2016 in Soesilo Soedarman Hall of Sapta Pesona Building Jakarta, the office of Tourism Ministry, on Monday evening (25/7). The event was festive and enlivened by various art and cultural performances from West Sumatera.

The international sport tourism event is held again for the eight times and taken place in West Sumatera on 6-14 August 2016. It is expected to improve the local economy especially from tourism activities, accelerate the infrastructure development of West Sumatera, as well as support the program of Pesona Indonesia and Wonderful Indonesia in achieving this year’s target of 12 million foreign tourist visits and 260 million domestic tourist visits.

Minister of Tourism (Menpar) Arief Yahya appreciates the implementation of TdS 2016 as an effective momentum for promoting West Sumatra tourism potential as Pesona Indonesia and Wonderful Indonesia that will bring in tourist arrivals as well as improving the economy directly for regional communities.

Arief Yahya explained that TdS has experienced much improvement since its first implementation in 2009. In 2013, Amauri Sport Organization (ASO) – the official organizer of Tour de France – recommended TdS as one of major races listed in UCI Road Calendar Asia Tour with the biggest number of spectators after Tour de France (12 million), Giro A Italy (8 million), Vuelta A Espana (5 million), Santos Tour Down Under (750 thousands) and TdS (500 thousands). “This means that TdS is effective promotional media for improving the number of tourist arrival and awareness as well as provide direct impact and high media value,” said Minister Arief Yahya.

The direct economic impact of TdS 2016, which is followed by 23 teams; 18 international teams (Malaysia, Singapore, Switzerland, Laos, Taiwan, Japan, Korea, Australia, Iran, United Arab Emirates, Philippine, Hong Kong and Kenya) and 5 national teams with a total participants of 230 people plus officials. There will be expenses for accommodation, transportation and meals.

“Active media coverage of TdS 2016 will have high media value,” said Arief Yahya. Moreover, he said said that direct impact and high media value are one of the reasons for Tourism Ministry to encourage international sport tourism activities in Indonesia such as TdS, Tour de Banyuwangi Ijen, Tour de Bintan (TdB), Tour de Flores (TdF), Musi Tributon, Jakarta Marathon and hosting Moto GP 2017 and Asian Games 2018 in Jakarta and Palembang.

West Sumatera Governor Irwan Prayitno said that the implementation of TdS provide big contribution to the acceleration of regional and tourism development in West Sumatera and districts/cities in the province. “Over the past eight years, the development of infrastructure and tourism business and facilities in various areas in West Sumatera has experienced significant improvement. Likewise, the number of tourist visit to the province increases from 6.9 million domestic tourists and 78,274 foreign tourists in 2015 to 7.4 million domestic tourists and 85 thousands foreign tourists in 2016,” said Irwan Prayitno.

TdS 2016 is already listed on the UCI Road Calendar Asia Tour 2016. The annual international sport tourism event organized by Indonesian Ministry of Tourism in cooperation with the Provincial Government of West Sumatera and 18 district or city governments in West Sumatera, Indonesian Cycling Federation, and promoter of event, will increase the total prize to Rp 2.5 billion from Rp 2.4 billion in 2015.

TdS 2016 will start from Solok and finish in Padang. As many as 23 teams will compete through 8 stages as long as 1102.7 kilometers and pass through various natural, cultural and man-made tourist attractions of Minangkabau as tourist attraction and main destinations in West Sumatera. (*)

More Press Release